POSITIVE DEVIANCE: PENYIMPANGAN POSITIF SEBAGAI MODEL DALAM MENGATASI MASALAH GIZI BURUK

Dalam disiplin sosiologi, studi tentang perilaku menyimpang lebih banyak difokuskan pada perilaku-perilaku yang negatif. Sehubungan dengan itu maka sebagian besar dari teori ataupun riset mengenai perilaku menyimpang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan tindakan kejahatan, seperti: mencuri, kenakalan remaja, homoseksual, ketergantungan obat, gangguan mental, dll. Bahkan salah satu mata kuliah dalam sosiologi yaitu Sosiologi Perilaku Menyimpang berisi tentang perilaku-perilaku negatif tersebut.

Konsep Positive Deviance (penyimpangan positif) pertama kali muncul dalam tulisan Wilkins (1964:46) yang menggambarkan penyimpangan (deviance) seperti sebuah kurva berbentuk lonceng, dimana tindakan-tindakan penuh dosa (penyimpangan negatif) berada di sebelah kiri dan tindakan-tindakan penuh suci (Positive Deviance) berada di sebelah kanan. Sedangkan tindakan-tindakan normal terdapat di tengah-tengah kurva. Dalam masyarakat terdapat sangat sedikit tindakan-tindakan yang secara ekstrim penuh suci atau sangat
membantu dalam masyarakat dan sangat sedikit pula tindakan-tindakan yang secara ekstrim penuh dosa atau tindakan criminal yang serius. Pada umumnya (mayoritas) dari tindakantindakan manusia dalam kebudayaan adalah "normal".

selengkapnya download disini