MEDIA BELAJAR SOSIOLOGI

Media berbagi pengetahuan

Thursday, 30 September 2010

 

PERANGKAT MENGAJAR SOSIOLOGI KELAS X

 
 
 

PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KONSEPSI-KONSEPSI, AKTIVIT

Sains adalah salah satu mata pelajaran yang sangat erat kaitannya dalam
kehidupan sehari- hari. Siswa SMP umumnya menganggap bahwa mata pelajaran sains merupakan salah satu bidang ilmu yang tergolong sulit untuk dipahami sehingga siswa kurang berminat untuk mengikuti pelajaran sains ini. Untuk itu guru bidang studi sains hendaknya menyajikan materi pembelajaran dengan baik dan menarik.
Berdasarkan observasi di beberapa SMP Negeri dan Swasta di Bandar Lampung,
penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kurangnya keterlibatan siswa
dalam pembelajaran dan aktivitas yang dilakukan cenderung tidak relevan dengan materi pembelajaran, aktivitas siswa sebatas mencatat dan mendengarkan, selain itu metode yang digunakan kurang mampu mengaktifkan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan konsepsi-konsepsi, aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi fisika menggunakan pembelajaran berdasarkan masalah melalui metode inkuiri.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 20 Bandar Lampung dan SMP Al-
Kautsar, dengan melibatkan 77 siswa kelas VIII Semester 2 Tahun pelajaran
2006/2007. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan
dalam 3 siklus. Kegiatan yang dilakukan meliputi perencanaan, pelaksanaan
tindakan, evaluasi dan refleksi untuk tiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa (1) Pemahaman konsep siswa pada siklus I rata-rata 70,62, siklus II ratarata 76,74 dan siklus III rata-rata 83,79 (2) aktivitas siswa pada siklus I yaitu rataratanya 63,5, siklus II rata-rata aktivitas siswa 74,33, dan siklus III rata-rata aktivitas siswa 79,38. (3) hasil belajar siswa pada siklus I rata-rata 64,12, siklus II nilai rata-rata 69,24, dan pada siklus III nilai rata-rata 74,31.

selengkapnya download disini
 
 
 

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE STUDENTS TEAM ACHI

Hasil belajar kimia siswa kelas X-5 SMA N 16 Semarang masih relatif
rendah yang ditunjukkan dengan sedikitnya jumlah siswa yang mengalami
ketuntasan belajar yaitu sebesar 38,46 %. Selain itu keterlibatan siswa selama
pembelajaran pun masih terbilang rendah. Metode pembelajaran yang digunakan
oleh guru selama ini adalah dengan ceramah dan cara ini ternyata kurang efektif
untuk mencapai ketuntasan belajar siswa. Permasalahan yang ingin diungkap
adalah apakah penggunaan kombinasi metode Student Teams Achivement Division
(STAD) dan Structure Exercise Methode (SEM) dapat meningkatkan hasil belajar
kimia siswa kelas X-5 SMA N 16 Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah penggunaan kombinasi metode Student Teams Achivement
Division (STAD) dan Structure Exercise Methode (SEM) dapat meningkatkan
hasil belajar siswa sehingga mencapai ketuntasan belajar secara klasikal sebesar
85 %.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di
kelas X-5 SMA N 16 Semarang dan terbagi menjadi dua siklus, di mana pada
setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan (tindakan), observasi, dan
refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes, angket, observasi
dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif maupun
kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, diperoleh nilai rata-rata siswa
secara klasikal pada siklus I sebesar 65,77 dan pada siklus II meningkat menjadi
75,15. Ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I
sebesar 71,74 % dan menjadi 89,73 % pada siklus II. Peningkatan hasil belajar
siswa ini diikuti pula oleh peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 56,36 %
pada siklus I dan meningkat menjadi 80 % pada siklus II.
Dari hasil penelitian tersebut, simpulan yang dapat diambil adalah
penggunaan kombinasi metode Student Teams Achivement Division (STAD) dan
Structure Exercise Methode (SEM) dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa
kelas X-5 SMA N 16 Semarang, sehingga mencapai standar ketuntasan belajar
secara klasikal yang diharapkan yaitu sebesar 85%

selengkapnya download disini
 
 
 

RPP BAHASA ARAB

Selengkapnya download disini
 
 
 

PEMBELAJARAN ANIMALIA YANG MENYENANGKAN MELALUI PERMAINAN

Selengkapnya download disini
 
 
 

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN EKOSISTEM MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN CTL PADA

Berdasarkan hasil observasi awal pembelajaran biologi di SMP Negeri I Doro Kabupaten Pekalongan memperlihatkan adanya beberapa kendala dalam pelaksanaan KBM, yaitu : jumlah peralatan laboratorium yang kurang memadai, metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga siswa merasa jenuh dan bosan untuk belajar khususnya mata pelajaran biologi dan hasil belajar yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar biologi agar menjadi lebih baik (maksimal) baik secara individu maupun klasikal. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) yang menekankan aspek-aspek REACT meliputi aspek mengaitkan (Relating), aspek mengalami (Experiencing), aspek menerapkan teori pada situasi tertentu (Applying), aspek kerjasama (Cooperating) dan perolehan pengetahuan baru (Transfering) sebagai aspek-aspek pokok pada pembelajaran IPA sebagai proses.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 4 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan, yaitu (1) perencanaan (plannimg), dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan kegiatan pembelajaran seperti mempersiapkan perangkat pembelajaran, membuat alat evaluasi dan instrumen penelitian. (2) Pelaksanaan (acting) yaitu melaksanakan kegiatan KBM dengan menggunakan pendekatan kontekstual (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. (3) Observasi (observing), yaitu pengambilan data tentang proses hasil belajar siswa. (4) Refleksi (reflecting) adalah kegiatan untuk menganalisa data hasil pengamatan. Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa di salah satu kelas (kelas VII D) SMP Negeri I Doro Kabupaten Pekalongan Tahun pelajaran 2004/2005, yang berjumlah 40 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai, baik nilai praktikum maupun nilai evaluasi setiap akhir siklusnya. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 69,12 dengan ketuntasan belajar 62,50 %. Siklus ke II nilai rata-rata meningkat menjadi 75,53 dengan ketuntasan belajar 70 %. Siklus III nilai rata-rata yang dicapai siswa lebih meningkat yaitu 78,33 dengan ketuntasan belajar 90 %. Siklus ke IV nilai rata-rata meningkat menjadi lebih baik yaitu 85,91 dengan ketuntasan belajar 92,50 %. Keaktifan siswa pada saat melakukan kegiatan praktikum juga meningkat selama KBM dari tiap siklusnya, ini ditunjukkan dengan semakin bertambahnya siswa yang memperoleh nilai yang lebih baik dari praktikum sebelumnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan hasil belajar siswa baik secara individu maupun klasikal dapat ditingkatkan dengan pendekatan pembelajaran CTL, disarankan agar pembelajaran biologi dengan pendekatan ini dapat dipergunakan sebagai metode alternatif guru dalam meyampaikan materi pelajaran khususnya biologi.

selengkapnya download disini

 
 
Page 1 of 1. Total : 6 Posts.