MEDIA BELAJAR SOSIOLOGI

Media berbagi pengetahuan

Wednesday, 29 September 2010

 

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PORTOFOLIO MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 4 KOTA TEGAL

Selama ini pembelajaran Sosiologi dianggap sebagai mata pelajaran kurang menyenangkan. Ini dikarenakan guru terbiasa dengan pembelajaran konvensional, dimana siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Belajar mengajar terkesan kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis dan guru cenderung menggunakan satu metode (one way method). untuk menanggapi anggapan di atas diperlukan suatu pembelajaran yang efektif dan efisien. Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan suatu inovasi dalam dunia pendidkan yaitu pembelajaran portofolio, merupakan alternatif cara belajar siswa aktif. Dimana guru harus mampu sebagai pemegang kunci yang mempunyai ide-ide kreatif dan inovasi agar pembelajaran tidak membosankan. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.
Dari latar belakang masalah diatas muncul permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran portofolio pada mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal? dan (2) adakah hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran portofolio mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal? Penelitian ini bertujuan: (1) ingin mengetahui pelaksanaan pembelajaran portofolio pada mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal, (2) ingin mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran portofolio mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan (observasi), metode wawancara, dan metode dokumentasi. Fokus dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar menggunakan pembelajaran portofolio dan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis portofolio. Analisis datanya bersifat deskritptif analisis interaktif yaitu mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan gambaran umum SMA Negeri 4 Kota Tegal terletak di jalan Dr. Setiabudi No. 32 Kota Tegal lokasi tersebut sangat strategis dan mudah dijangkau dan SMA Negeri 4 Kota Tegal merupakan salah satu SMA yang berkualitas dan mampu berkompeten dalam mengembangkan dunia kependidikan di Kota Tegal terbukti bahwa SMA Negeri 4 kota Tegal telah mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan formal lain yang ada di kota Tegal, pada khususnya dalam bidang akademik maupun prestasi.Yang kedua bahwa pelaksanaan pembelajaran portofolio di SMA Negeri 4 Kota Tegal berjenis portofolio tayangan dan portofolio dokumentasi. Diadakan di kelas X pada semester genap. Dalam pembelajaran portofolio siswa dilatih untuk memiliki
kesadaran dan kemampuan bersikap kritis, peka dan peduli terhadap fenomena yang terjadi di dalam masyarakat sekitarnya. Dalam pembelajaran portofolio evaluasi portofolio mencakup penilaian portofolio tampilan atau tayangan, penilaian portofolio dokumentasi, serta penilaian portofolio presentasi. Dan yang ketiga hambatan-hambatan dalam pembelajaran portofolio yaitu waktu, biaya, dan kompetensi guru. Waktu dalam pembelajaran portofolio yaitu triwulan pertama identifikasi masalah kemudian dilanjutkan dengan mencari data di lapangan, triwulan kedua siswa menyelesaikan portofolio yaitu portofolio tayangan dan dokumentasi, akhir semester diadakan show_case. Kompetensi guru di SMA Negeri 4 sudah cukup baik karena pemahaman tentang pembelajaran portofolio didapatkan dari penataran di Semarang tentang pembelajaran portofolio walaupun kompetensi yang diharapkan belum maksimal hasilnya karena guru berlatar belakang non pendidikan Sosiologi. Namun berdasarkan wawancara dengan guru dan peserta didik yang sangat menonjol yaitu biaya karena dalam pembelajaran portofolio membutuhkan biaya yang cukup banyak terutama dalam pelaksanaan show_case.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran portofolio menjadikan peserta didik lebih aktif dalam proses belajar mengajar dan guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar mampu membuat suatu kegiatan belajar mengajar Sosiologi menjadi menyenangkan dan kondusif bagi peserta didiknya. Hambatan-hambatan dalam pembelajaran portofolio yaitu waktu, biaya, dan kompetensi guru.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru terutama guru yang kesulitan dalam meningkatkan antusiasme siswa untuk mencoba pembelajaran portofolio terutama untuk meningkatkan kreatifitas dan sikap kritis dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian suasana belajar mengajar lebih kondusif dan kualitas pembelajaran lebih meningkat dan bermutu

selengkapnya download disini
 
 
 

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PORTOFOLIO MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 4 KOTA TEGAL

Selama ini pembelajaran Sosiologi dianggap sebagai mata pelajaran kurang menyenangkan. Ini dikarenakan guru terbiasa dengan pembelajaran konvensional, dimana siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Belajar mengajar terkesan kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis dan guru cenderung menggunakan satu metode (one way method). untuk menanggapi anggapan di atas diperlukan suatu pembelajaran yang efektif dan efisien. Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan suatu inovasi dalam dunia pendidkan yaitu pembelajaran portofolio, merupakan alternatif cara belajar siswa aktif. Dimana guru harus mampu sebagai pemegang kunci yang mempunyai ide-ide kreatif dan inovasi agar pembelajaran tidak membosankan. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.
Dari latar belakang masalah diatas muncul permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran portofolio pada mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal? dan (2) adakah hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran portofolio mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal? Penelitian ini bertujuan: (1) ingin mengetahui pelaksanaan pembelajaran portofolio pada mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal, (2) ingin mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran portofolio mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 4 Kota Tegal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan (observasi), metode wawancara, dan metode dokumentasi. Fokus dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar menggunakan pembelajaran portofolio dan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis portofolio. Analisis datanya bersifat deskritptif analisis interaktif yaitu mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan gambaran umum SMA Negeri 4 Kota Tegal terletak di jalan Dr. Setiabudi No. 32 Kota Tegal lokasi tersebut sangat strategis dan mudah dijangkau dan SMA Negeri 4 Kota Tegal merupakan salah satu SMA yang berkualitas dan mampu berkompeten dalam mengembangkan dunia kependidikan di Kota Tegal terbukti bahwa SMA Negeri 4 kota Tegal telah mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan formal lain yang ada di kota Tegal, pada khususnya dalam bidang akademik maupun prestasi.Yang kedua bahwa pelaksanaan pembelajaran portofolio di SMA Negeri 4 Kota Tegal berjenis portofolio tayangan dan portofolio dokumentasi. Diadakan di kelas X pada semester genap. Dalam pembelajaran portofolio siswa dilatih untuk memiliki
kesadaran dan kemampuan bersikap kritis, peka dan peduli terhadap fenomena yang terjadi di dalam masyarakat sekitarnya. Dalam pembelajaran portofolio evaluasi portofolio mencakup penilaian portofolio tampilan atau tayangan, penilaian portofolio dokumentasi, serta penilaian portofolio presentasi. Dan yang ketiga hambatan-hambatan dalam pembelajaran portofolio yaitu waktu, biaya, dan kompetensi guru. Waktu dalam pembelajaran portofolio yaitu triwulan pertama identifikasi masalah kemudian dilanjutkan dengan mencari data di lapangan, triwulan kedua siswa menyelesaikan portofolio yaitu portofolio tayangan dan dokumentasi, akhir semester diadakan show_case. Kompetensi guru di SMA Negeri 4 sudah cukup baik karena pemahaman tentang pembelajaran portofolio didapatkan dari penataran di Semarang tentang pembelajaran portofolio walaupun kompetensi yang diharapkan belum maksimal hasilnya karena guru berlatar belakang non pendidikan Sosiologi. Namun berdasarkan wawancara dengan guru dan peserta didik yang sangat menonjol yaitu biaya karena dalam pembelajaran portofolio membutuhkan biaya yang cukup banyak terutama dalam pelaksanaan show_case.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran portofolio menjadikan peserta didik lebih aktif dalam proses belajar mengajar dan guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar mampu membuat suatu kegiatan belajar mengajar Sosiologi menjadi menyenangkan dan kondusif bagi peserta didiknya. Hambatan-hambatan dalam pembelajaran portofolio yaitu waktu, biaya, dan kompetensi guru.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru terutama guru yang kesulitan dalam meningkatkan antusiasme siswa untuk mencoba pembelajaran portofolio terutama untuk meningkatkan kreatifitas dan sikap kritis dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian suasana belajar mengajar lebih kondusif dan kualitas pembelajaran lebih meningkat dan bermutu

selengkapnya download disini
 
 
 

TINJAUAN SOSIOLOGI KESEHATAN MENGENAI KEBIASAAN MINUM MINUMAN KERAS (CIU BEKONANG) DI DAERAH SUKOHAR

Kondisi geografis dan budaya masyarakat Bekonang kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah yang sebagian besar penduduknya mempunyai industri rumah tangga memproses tetes tebu menjadi alkohol yang berkadar rendah (37%) banyak disalahgunakan untuk mabukmabukkan. Alat destilasi dapat menaikkan kadar alkohol dari 37% menjadi 90% yang dapat digunakan untuk desinfektan di dunia kesehatan. Setelah kadar alkohol meningkat menjadi 90%, masyarakat Bekonang pada khususnya dan karisidenan Surakarta pada umumnya sudah tidak lagi menyalah-gunakan produksi alkohol "Ciu Bekonang" untuk minum dan mabuk-mabukkan.

selengkapnya download disini
 
 
 

KENDALA-KENDALA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SOSIOLOGI

Sosiologi sebagai mata pelajaran telah diajarkan di SMA sejak tahun 1994. Guru pengampu yang berlatar belakang pendidikan Sosiologi masih sangat terbatas. Hal ini menyebabkan mata pelajaran Sosiologi diampu oleh disiplin Geografi, Sejarah, Kewarganegaraan, Biologi, Ekonomi, Pertanian, dan Bahasa Indonesia. Ketidaksesuaian latar belakang pendidikan ini tentunya akan berimbas pada kemampuan dan kendala bagi guru dalam pembelajaran. Oleh karena itu permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana profil guru Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo? (2) Bagaimana kemampuan guru dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo? (3) Kendala-kendala apa yang dihadapi guru dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo? Adapun tujuan penelitian (1) Mengetahui profil guru Sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Wonosobo baik status, pendidikan maupun pengalaman dengan tingkat pengetahuan di dalam pengembangan kegiatan pembelajaran Sosiologi, (2) Mengetahui kemampuan guru dalam pembelajaran Sosiologi, (3) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran Sosiologi, (4) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam merencanakan pembelajaran Sosiologi, (5) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran Sosiologi
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMA Negeri sekabupaten wonosobo, dengan metode pengumpulan data observasi, wawncara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru pengampu mata pelajaran Sosiologi SMA Negeri kabupaten Wonosobo dengan informan masing-masing kepala sekolah. Data yang diperoleh dianalisis dan menggunakan uji validitas salah satunya dengan cara Trianggulasi. Dalam menganalisis data penelitian ini melalui 3 tahapan yaitu: Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 guru pengampu mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri kabupaten Wonosobo, hanya 2 orang (12,5%) yang berasal dari disiplin ilmu Sosiologi. Adapun yang lainnya berasal dari jurusan Geografi, Pertanian, Ekonomi, Kewarganegaraan, Sejarah, Biologi, dan Bahasa Indonesia. Minimnya guru yang berlatar belakang pendidikan Sosiologi membuat Sosiologi menjadi mata pelajaran yang diampu oleh guru-guru yang jam mengajarnya masih kurang dari kewajiban minimal perminggu. Hal ini menyebabkan guru tersebut terbentur dalam pengembangan pembelajaran Sosiologi. Ada perbedaan antara guru berlatar belakang pendidikan Sosiologi dan non Sosiologi. Di mana guru berlatar belakang Sosiologi bukan berasal dari kependidikan, sehingga merasa kesulitan dalam wacana keguruannya terkait dengan perangkat pembelajaran dan metode pembelajaran. Guru berlatar belakang pendidikan non sosiologi sebagian besar mengalami kendala dalam sumber belajar, media, dan sarana prasarana. Di samping itu guru yang bukan dari disiplin Sosiologi merasa bahwa Sosiologi adalah pelajaran yang mudah bahkan jika dibandingkan dengan mengampu mata pelajaran yang merupakan bidang keilmuannya. Guru justru lebih cenderung fokus pada pelajaran yang diampunya dan merupakan bidang keilmuannya. Hal ini disebabkan sebagian guru tersebut hanya mengandalkan buku paket Sosiologi SMA, sehingga tidak sampai membawa siswa memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan.
Simpulan penelitian ini adalah dalam pembelajaran Sosiologi guru mengalami banyak kendala baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Saran bagi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dengan terus belajar. Baik dari buku, seminar atau pelatihan, maupun dengan guru lain yang lebih berpengalaman. Pihak sekolah mulai membenahi formasi guru Sosiologi, dengan tidak menempatkan guru pengampu Sosiologi yang semata-mata kekurangan jam mengajar. Sekolah secepatnya melengkapi media dan sarana prasarana yang dibutuhkan guna menunjang keberhasilan pembelajaran. Bagi Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi keterbatasan guru dari latar belakang pendidikan Sosiologi. Oleh sebab itu diperlukan kerja sama dari berbagai pihak yang berhubungan dengan pembelajaran Sosiologi, yaitu guru Sosiologi, kepala sekolah dan dinas pendidikan. Hal ini dilakukan supaya dapat diciptakan lingkungan pembelajaran Sosiologi yang kondusif dan dapat diperoleh hasil belajar yang optimal.

download secara lengkap disini
 
 
 

LATIHAN SOAL SOSIOLOGI SKL 2

13. Anak balita biasanya mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada disekitarnya, apa yang dilakukan ibu dan kakaknya ia akan menirukannya. Tahapan perkembangan diri si anak dalam proses sosialisasi seperti contoh di atas termasuk.. .
A. play stage
B. game stage
C. play game
D. generaized stage
E. generalized others
14. Perhatikan contoh-contoh berikut !
1. sikap Anto begitu sopan dan rendah hati karena dibiasakan dari kecil oleh ibunya
2. karena kegemaran Inna mencari informasi di internet, ia sekarang berwawasan luas
3. Pak Iwan sangat marah bila melihat anaknya pulang sekolah terlambat tanpa alasan yang jelas
4. setelah remaja Andi lebih suka bertukar pikiran dengan Agung teman sekelasnya
Dari contoh-contoh di atas yang merupakan bentuk sosialisasi sekunder adalah...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
15. Sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang berpartisipasi/ berperan aktif dalam aktivitas masyarakatnya. Dari pengertian diatas tujuan dari sosialisasi bagi individu adalah....
A. belajar budaya dalam masyarakat
B. memahami budaya milik masyarakat
C. menyediakan sarana belajar yang tepat
D. menjadi anggota masyarakat yang baik
E. Memberikan kemudahan dalam memahami budaya
16. Di sekolah, pergaulan para siswa dengan teman maupun guru diatur secara jelas dalam bentuk tata tertib tertulis dengan sanksi tertentu. Proses sosialisasi yang terjadi tergolong berbentuk....
A. formal
B. in-formal
C. individual
D. komunal
E. non-formal
17. Arman yang dulu berambut hitam tiba-tiba mengubah warna rambut menjadi pirang. Tindakan tersebut dilakukan agar ia lebih populer seperti artis idola yang sering muncul di layar televise. Agen sosialisasi yang berperan membentuk kepribadian tersebut adalah....
A. media masa
B. keluarga luas
C. lingkungan kerja
D. sekolah formal
E. teman bermain
18. Di kampus para mahasiswa diberi peluang/keleluasaan untuk memilih jumlah kredit (jam kuliah) sesuai dengan kemampuan intelektual dan finansial. Pola tersebut merupakan bentuk sosialisasi ....
A. primer
B. sekunder
C. represif
D. partisipatif
E. formal otoritatif
19. Pengaruh ekonomi global, salah satu dampaknya ter jadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa perusahaan. Sebagai ibu rumah tangga terketuk hatinya untuk membantu perekonomian keluarga dengan menjadi pengemudi Busway. Menurut norma sosial pada masyarakat Indonesia, hal ini merupakan penyimpangan sosial yang bersifat positif. Berdasarkan kasus diatas, terdapat hubungan antara kepribadian dengan….
A. kebudayaan
B. pendidikan
C. ekonomi
D. politik
E. kesejahteraan
20. Peranan lingkungan teradap pembentukan kepribadian anak sangat besar. Ketika sudah dewasa perilaku anak selaras dengan nilai dan norma yang berlaku. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembentukan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh....
A. budaya kelompok
B. lingkungan hidup
C. media masa populer
D. kelompok teman belajar
E. jumlah teman bermain
 
 
 

LATIHAN SOAL SOSIOLOGI SKL 1

1. Setiap pagi hari sebelum pelajaran dimulai, ibu Kepala Sekolah kami, selalu berdiri di depan pintu gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan siswa serta guru dengan berjabatan tangan. Kontak yang dilakukan Kepala sekolah terhadap siswa dan guru tersebut menunjukkan kontak..
A. Primer
B. Sekunder
C. Tidak langsung
D. Positif
E. Negatif
2. Perhatikan contoh kasus di bawah ini !
1. siswa kela X dan kelas XI sepak bola memperebutkan piala kepala sekolah
2. tawuran pelajar antara SMA X dan SMA Y mengakibatkan banyak korban
3. kontrak kerja pengeboran minyak antara Indonesia dengan Inggris di lepas pantai
laut Jawa
4. warga memperbaiki saluran got yang tersumbat
Dari contoh tersebut yang termasuk bentuk interaksi asosiatif adalah…
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 3 dan 4
3. Gejala sosial berikut ini yang di dalamnya terjadi hubungan interaksi sosial asosiatif adalah....
A. lomba karya ilmiah remaja se-Jabodetabek
B. frestival lagu-lagu pop dan keroncong
C. bertanding sepak bola kesebelasan unggulan
D. perebutan juara bola basket tingkat nasional
E. proses kegiatan belajar mengajar dalam kelas
4. Seorang siswa berceritera tentang pengalaman di luar negeri pada teman dengan bahasa Inggris tetapi temannya baru memberikan reaksi setelah ia beralih menggunakan bahasa Indonesia. Proses Interaksi sosial tersebut berbentuk ....
A. kerjasama/kooperasi
B. persaingan/kompetisi
C. perseteruan/konflik
D. pembauran/asimilasi
E. penyesuaian/akomodasi
5. Sebagai warga negara Indonesia kita ikut prihatin dan memberikan sumbangan kepada para korban bencana alam di berbagai wilayah rawan bencana. Tindakan sosial tersebut dipengaruhi faktor....
A. investasi
B. identifikasi
C. imitasi
D. empati
E. sugesti
6. Seorang anak Batita melihat ibunya menelepon, kemudian dia mengambil remote TV dan menggunakannya seolah-olah dia sedang menelpon. Dari contoh diatas, faktor interaksi sosial yang mempengaruhinya adalah….
A. identifikasi
B. imitasi
C. simpati
D. empati
E. sugesti
7. Masyarakat baduy memiliki kehidupan yang tentram dan damai. Nilai dan norma yang
mengatur kehidupan dijunjung tinggi. Hal itu berpengaruh pada perkembangan
jiwanya yaitu sebagai pribadi yang bertanggungjawab hidup tenang dan kerjasama
yang baik dalam masyarakat. Dari pernyataan tadi maka fungsi nilai sosial bagi
masyarakat baduy antara lain …
A. Mengukur seberapa banyak orang menganut nilai tersebut
B. Mengukur usaha manusia dalam memperlakukan nilai tersebut
C. Mengukur seberapa banyak orang yang tidak mematuhi nilai tersebut
D. Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertingkah laku
E. Mengukur kedudukan seseorang dalam menggunakana nilai tersebut
8. Ryan seorang pemuda yang rajin mengaji dan alumni MAN, namun perilakunya
berubah menjadi seorang yang kejam dan bengis. Perilaku Riyan merupakan bentuk
penyimpangan norma….
A. kesusilaan
B. kesopanan
C. kebiasaan
D. agama
E. hukum
9. Masyarakat yang religius sangat taat melaksanakan kegiatan beribadah sesuai
dengan ajaran agama. Perilaku taat tersebut didasari jenis nilai....
A. estitika
B. logika
C. material
D. spiritual
E. vital
10. Perhattikan beberapa prinsip berikut ini!
1. Anggapan masyarakat terhadap baik dan buruk
2. Ancaman sanksi berat atau ringan sesuai perbuatn
3. Arah atau tujuan dari setiap perilaku bermasyrakat
4. Perintah dan larangan yang harus dipatuhi
Diantara prinsip tersebut yang berkaitan dengan konsep nilai sosial (social values) adalah ....
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
11. Dalam sebuah kantor terdapat jabtan-jabatan tertentu dengan fungsi tertentu pula. Seseorang yang menjabat cleaningservice akan membersihkan lantai yang tampak kotor tanpa diberikan komando. Seorang Satpam akan menanyakan keperluan setiap orang yang datang ke kantor itu. Begitu pula receiptiononist akan menyapa setiap tamu yang datang Kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan peran yang diharapkan dari masing-masing sebagai pegawai. Keadaan tersebut menggambarkan telah tercipta.....
A. pola
B. perilaku
C. keajegan
D. tertib sosial
E. Keteraturan sosial
12. Setiap Senin pagi. para siswa mengikuti upacara bendera dengan teratur. Setiap tanda masuk dibunyikan, mereka langsung bergerak/berjalan menuju ke lapangan untuk mengikuti upacara hingga selesai. Perilaku para siswa tersebut menunjukkan adanya ....
A. keajegan sosial
B. dinamika sosial
C. kewajiban sosial
D. perilaku sosial
E. pola perilaku sosial

 
 
Page 1 of 1. Total : 6 Posts.