MEDIA BELAJAR SOSIOLOGI

Media berbagi pengetahuan

Friday, 1 October 2010

 

SOSIOLOGI DI ERA MIGRASI DAN GLOBALISASI

Dunia memasuki abad ke-21. Di abad "baru" ini arus "migrasi" dan globalisasi akan
terus meningkat secara luar biasa (cf. Evers dan Korff, 2000). Dalam kaitan ini
globalisasi ditandai oleh semakin masif dan aneka ragamnya mobilitas di atas muka bumi seperti manusia, objek, kapital, informasi, imaji, hingga aneka ragam sampah. Kita mengamati terdapat saling ketergantungan yang kompleks diantara aspek-aspek tersebut di atas, berikut segala konsekuensi sosialnya (Urry, 1999: 1; cf. Featherstone and Lash, 1999). Apakah implikasi serius kecenderungan baru ini terhadap keberadaan sosiologi sebagai suatu disiplin yang selama beberapa abad telah malang melintang?

selengkapnya download disini
 
 
 

POSITIVE DEVIANCE: PENYIMPANGAN POSITIF SEBAGAI MODEL DALAM MENGATASI MASALAH GIZI BURUK

Dalam disiplin sosiologi, studi tentang perilaku menyimpang lebih banyak difokuskan pada perilaku-perilaku yang negatif. Sehubungan dengan itu maka sebagian besar dari teori ataupun riset mengenai perilaku menyimpang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan tindakan kejahatan, seperti: mencuri, kenakalan remaja, homoseksual, ketergantungan obat, gangguan mental, dll. Bahkan salah satu mata kuliah dalam sosiologi yaitu Sosiologi Perilaku Menyimpang berisi tentang perilaku-perilaku negatif tersebut.

Konsep Positive Deviance (penyimpangan positif) pertama kali muncul dalam tulisan Wilkins (1964:46) yang menggambarkan penyimpangan (deviance) seperti sebuah kurva berbentuk lonceng, dimana tindakan-tindakan penuh dosa (penyimpangan negatif) berada di sebelah kiri dan tindakan-tindakan penuh suci (Positive Deviance) berada di sebelah kanan. Sedangkan tindakan-tindakan normal terdapat di tengah-tengah kurva. Dalam masyarakat terdapat sangat sedikit tindakan-tindakan yang secara ekstrim penuh suci atau sangat
membantu dalam masyarakat dan sangat sedikit pula tindakan-tindakan yang secara ekstrim penuh dosa atau tindakan criminal yang serius. Pada umumnya (mayoritas) dari tindakantindakan manusia dalam kebudayaan adalah "normal".

selengkapnya download disini
 
 
Page 1 of 1. Total : 2 Posts.